DETIKRIMINAL.COM | T. Karo – Perjudian merupakan salah satu penyakit masyarakat yang teramat sulit untuk di hentikan seperti di salah satu wilayah ini, “Tanah Karo” dimana sistem pengelolaannya sudah sangat terstruktur serta terorganisir secara serta diduga juga melibatkan instansi lain “Satuan Samping”.
Disebut-sebut ada oknum ” Satuan Samping” yang mengkoordinir jalannya perjudian di wilayah hukum Polres Tanah Karo, untuk semua jenis permaianan judi baik itu judi togel maupun judi mesin tembak ikan.
Guna mengkoordinir para bandar judi oknum oknum nakal tersebut berlindung di bawah PT Karo Jaya guna mengelabui aparat penegak hukum.
Selain berlindung di balik nama PT. Karo Jaya ada juga oknum seragam belang belang yang menguasai lokalisasi judi jenis tembak ikan.
Oknum berseragam belang belang “T” tersebut merupakan anggota tempur pasukan elit yang ada di kaban jahe. (10/2/25)
“T” adalah oknum satuan samping belang belang yang menurut informasi merupakan pengendali semua kegiatan sejumlah lokasi titik judi di tanah karo, seperti di pusat pasar Kabanjahe, Khususnya di Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo.
Selain sejumlah oknum instansi seragam belang belang ada juga keterlibatan oknum sipil “LS” disinyalir merupakan perpanjangan tangan “tangan cebok” para oknum instansi belang belang di tanah karo.
Sumber lain tim media ini menyebutkan peran penting oknum TNI itu sangat berpengaruh sehingga strategi berjalannya bisnis haram itu berjalan secara masif dan terstruktur.
Tidak hanya melibatkan oknum instansi elit seragam belang belang di tanah karo, oknum seragam belang belang yang terdapat di kota medan juga dilibatkan “AS, RM, DMN, P1000, dan AT sebagai pengawas lapangan”
Masing masing dari oknum seragam belang belang tersebut memiliki masing masing tugas dan tanggung jawab.
“AS” yang bernaung di PT Karo Jaya memiliki tugas menyebarkan dan mencari lokasi baru meja-meja tembak ikan ke daerah-daerah.
Diantaranya tersebar di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Merek, Kecamatan Munte, Kabanjahe, Tiga Binanga, Kecamatan Simpang Empat dan beberapa kecamatan lain.
Di duga menghindari konflik dengan satuan samping Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, AKP Rasmaju Tarigan, S.H memilih diam tanpa memberikan tanggapan apa pun berita ini di publikasikan. (DK/tim)